Mobile Legends dan Free Fire Haram

Game Online Mobile Legends dan Free Fire Haram di Aceh

Blogging

Apakah Anda sudah mengetahui atau mendengar berita tentang Mobile Legends dan Free Fire haram di Aceh?

Apabila belum mengetahui kabar tersebut, perlu Anda tahu bahwa secara mengejutkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh baru-baru saja mengeluarkan fatwa haram bermain Mobile Legend dan sejenisnya di Aceh.

Padahal, sebelumnya sudah ada pelarangan atau fatwa haram yang juga dikeluarkan oleh MPU Aceh mengenai game mobile PUBG.

Ternyata, keputusan tersebut tidak hanya berlaku untuk PUBG Mobile namun juga berlaku untuk berbagai permainan lainnya di antaranya adalah FinalShot, Mobile Legends dan Free Fire.

Banyak pihak yang kontra dengan keputusan tersebut dikarenakan tidak banyak hiburan digital yang bisa dinikmati.

Bahkan salah satu CEO RRQ merasa kecewa dengan keputusan MPU Aceh tersebut.

Ia menanggapi bahwa alasan yang dijadikan dasar seperti sebuah culture shock yang belum dapat dipahami dengan baik.

Ketidakpahaman tersebut kemudian menimbulkan anggapan bahwa mobile game tersebut merupakan hal yang salah.

Lalu, apa alasan dibalik penetapan fatwa haram terhadap beberapa game ini di Aceh?

Alasan MPU Aceh Menganggap Mobile Legends dan Free Fire Haram

Mobile game pada dasarnya memang tidak terlepas dari berbagai macam kontroversi.

Terlebih lagi, saat ini penggunannya yang berlebihan dan menyebabkan pemain lupa akan waktu menjadi salah satu pemicu mengapa MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram tersebut.

Bahkan, sejumlah kasus kriminal juga diakui oleh pelakunya terinspirasi dari kebanyakan bermain game di ponsel mereka.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menetapkan fatwa haram untuk berbagai game mobile seperti PUBG Mobile, Mobile Legends dan Free Fire dengan alasan bahwa permainan – permainan tersebut mengandung unsur kekerasan dan juga kebrutalan.

Unsur – unsur negatif tersebut dianggap tidak layak berada dalam sebuah game yang sebagian besar pemainnya adalah generasi muda.

MPU Aceh menganggap bahwa generasi muda di Aceh rawan terkena dampak unsur kekerasan yang ada dalam permainan – permainan mobile tersebut.

Bahkan, mereka juga menganggap bahwa game yang disebutkan di atas juga mendeskreditkan simbol dan unsur Islam.

Ditambah lagi, mereka juga menilai Mobile Legends dan sejenisnya dapat mengubah akhlak pemain yang didominasi generasi muda.

Salah satu anggota MPU berpendapat bahwa alasan fatwa haram atas beberapa jenis game ini juga berasal dari keresahan orang lain.

Mereka menganggap bahwa para pemain Mobile Gaming tersebut kerap membuat resah dan mengganggu aktivitas orang – orang di sekitarnya.

Wacana Fatwa Haram Secara Nasional

Setelah ditetapkan haram untuk dimainkan oleh MPU Aceh, kabarnya bahkan beberapa permainan bergenre Battle Royale ini diusulkan untuk dianggap haram juga untuk satu Indonesia.

Wacana penetapan haram secara nasional tersebut belum sepenuhnya diakui oleh pihak pemerintah namun sudah banyak pihak yang mulai resah atas kabar burung ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa wacana tersebut untuk saat ini tidaklah benar.

Namun, memang tidak menutup kemungkinan bahwa penetapan fatwa haram mobile game secara nasional akan diberlakukan.

Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia atau MUI sedang mempertimbangkan fatwa tersebut.

Penetapan fatwa haram game secara nasional tentu saja membutuhkan pembicaraan dan diskusi mendalam dengan para pengembang game dan juga aplikasi.

Jadi, tentu saja hal tersebut membutuhkan proses yang panjang dan tidak semerta-merta melakukan pemblokiran secara sepihak.

Pada dasarnya, semua permainan membutuhkan waktu luang. Begitu juga dengan para pemainnya.

Pemain yang bijak ialah yang mampu membagi waktu kapan harus bermain dan kapan harus beraktivitas di dunia nyata.

Tidak heran jika kemudian MPU Aceh menetapkan Mobile Legends dan Free Fire haram untuk dimainkan.